Review Radar
Verdict game sebelum lo main.
Cek Nexus Score, Worth It status, kelebihan, kekurangan, dan verdict cepat sebelum lo install, beli, atau balik lagi ke game.
Review
28
Games
28
Avg
8.3
Latest Verdicts
Review terbaru
Halaman 2 dari 3

Final Fantasy VII Rebirth: Ekspansi Ambisius yang Nyaris Sempurna, Tapi Berat di Port PC
Remake kedua FF7 ini ekspansif & spektakuler—world design, combat, & story bener-bener digarap maksimal. Tapi port PC-nya masih demanding banget & ada bloat konten yang bikin pacing kadang kendor.

Final Fantasy VII Revelation: Penutup Epik yang Emosional Tapi Terasa Terburu-buru
Klimaks trilogy Remake yang ngasih closure emosional kuat buat fans, tapi pacing-nya terlalu cepat dan beberapa arc karakter kurang mendalam. Buat yang udah invest di Remake & Rebirth, ini wajib — yang lain tunggu bundle.

Marvel Rivals: Hero Shooter Gratis yang Asyik Tapi Belum Punya Identitas Kuat
Hero shooter 6v6 gratis dengan roster Marvel kece dan Team-Up skill unik, tapi terasa kayak Overwatch versi superhero tanpa inovasi gameplay yang bikin lo balik terus.

God of War Ragnarök: Penutup Saga Norse yang Emosional dan Spektakuler
Sequel yang matang: combat lebih dalam, cerita ayah-anak yang menohok, Nine Realms yang memukau. Ragnarök bukan cuma lanjutan — ini evolusi sempurna dari formula God of War 2018.

Final Fantasy VII Remake: Remake yang Beneran Remake, Bukan Cuma Remaster
Square Enix nge-rebuild Midgar dari nol dengan combat real-time yang solid & ekspansi cerita yang bikin 5 jam jadi 40 jam. Tapi ini cuma sepertiga cerita asli—lo bayar full price buat prolog yang diperpanjang.

Guild Wars 2: MMORPG Gratis yang Nggak Ngerampok Waktu Lo
MMORPG free-to-play yang ngehormatin waktu lo — eksplorasi bebas, combat aktif, tanpa subscription. Konten berlimpah tapi monetisasi expansion agak greget.

Elden Ring: Mahakarya Open-World yang Nggak Bakal Pegang Tangan Lo
FromSoftware bikin formula Souls jadi open-world tanpa kompromi — brutal, luas, penuh rahasia, dan tetap adil. Masterpiece buat yang siap menderita dengan senyuman.

NARAKA: BLADEPOINT: Battle Royale Melee yang Ambisius Tapi Setengah Hati
Battle royale melee dengan grappling hook & parkour yang seru, tapi hero balancing berantakan dan monetisasi F2P-nya agresif. Buat yang bosan tembak-tembakan dan mau duel pedang skill-based—asal siap grind atau bayar.

Apex Legends: Battle Royale Paling Skill-Based, Tapi Monetisasi Brutal
Hero shooter gratis terbaik di genre battle royale—movement gila, gunplay Respawn-tier, roster legend unik. Tapi harga kosmetik absurd & matchmaking sering ngaco bikin frustrasi jangka panjang.

Destiny 2: Looter Shooter Gratis yang Bikin Lo Bingung Mau Mulai dari Mana
Gunplay-nya kelas wahid dan endgame-nya padat, tapi sistem monetisasi yang ribet plus onboarding buat pemain baru yang berantakan bikin pengalaman awalnya frustrasi. Worth it kalau lo punya squad tetap.

PUBG: Battlegrounds — Pioneer yang Kini Tertinggal Zamannya
Game yang bikin genre battle royale mainstream, tapi sekarang cuma jadi pilihan buat yang nostalgia atau nggak mau ribet belajar mekanik baru. Gratis, tapi terasa outdated dibanding kompetitor modern.

Rainbow Six Siege: Taktis Brutal yang Hidup 9 Tahun, Tapi Onboarding-nya Neraka
Shooter taktis paling intens di pasar: tiap ronde 3 menit penuh ketegangan, destruksi lingkungan yang meaningful, skill ceiling setinggi langit. Tapi new player bakal dibantai habis-habisan tanpa panduan proper.