Dead or Alive 6: Last Round Review: Worth It Buat Comeback Fighting Game yang Penuh Catatan?
DOA6: Last Round adalah versi definitif dari Dead or Alive 6 (2019) yang datang dengan upgrade teknis mumpuni — 4K, 120 FPS, dan sistem pencahayaan Oboro — plus 29 karakter dan mode Photo. Tapi absennya rollback netcode dan crossplay di era 2026 jadi pertanyaan serius.
Score
7.0
Status
Try First
Type
Review in Progress

Nexus Score
Skor editorial cepat untuk membaca kualitas, performa, replay value, dan fairness game.
Worth It Meter
Try First
Cocok buat sebagian player, coba dulu sebelum commit.
Quick Verdict
7.0 / 10 · Try First
DOA6: Last Round adalah versi definitif dari Dead or Alive 6 (2019) yang datang dengan upgrade teknis mumpuni — 4K, 120 FPS, dan sistem pencahayaan Oboro — plus 29 karakter dan mode Photo. Tapi absennya rollback netcode dan crossplay di era 2026 jadi pertanyaan serius.
Score Breakdown
Detail penilaian
Gameplay
8.0
Visual
8.0
Audio
7.0
Story
5.0
Performance
6.5
Replay
6.5
Innovation
5.0
Monetization
5.5
Pros
- Performa jauh lebih halus: 4K + 120 FPS bikin timing Hold dan counter kerasa lebih responsif
- Roster 29 karakter adalah yang paling lengkap dalam satu paket DOA6 sejak rilis asli
- Sistem pencahayaan Oboro bikin stage familiar keliatan jauh lebih keren dan fotorealistik
- Studio Photo Mode baru jadi fitur yang lebih dalam dari ekspektasi — cocok buat content creator
- Harga $39.99 lebih terjangkau dari AAA standar, dan Core Fighters (F2P) tersedia gratis
- Save data + DLC kostum dari DOA6 original bisa di-carry over tanpa biaya tambahan
- Momentum DOA7 announcement bikin ekosistem game ini punya masa depan yang jelas
Cons
- Tidak ada rollback netcode di 2026 adalah keputusan yang sulit diterima komunitas fighting game
- Tidak ada crossplay lintas platform — memecah player pool yang sudah kecil
- Tidak ada upgrade path/diskon untuk pemilik DOA6 original, harus beli ulang penuh
- Mai Shiranui dan Kula Diamond tidak include — harus dibeli lagi sebagai DLC terpisah
- Story mode warisan dari 2019 yang sudah diakui lemah oleh banyak kritikus original
- Tidak ada fitur DualSense (haptic feedback, adaptive triggers) di PS5
- Tidak ada versi Nintendo Switch 2
Final Verdict
Dead or Alive 6: Last Round adalah game yang berada di persimpangan antara "versi terbaik DOA6 yang pernah ada" dan "hal-hal yang seharusnya sudah beres di 2026." Secara teknis, ini upgrade yang nyata — 4K/120FPS dengan sistem pencahayaan Oboro dan 29 karakter dalam satu paket memang terasa seperti definitive edition yang layak. Untuk pemain baru yang belum pernah sentuh DOA6, ini adalah titik masuk terbaik yang pernah ada.
Combat system DOA6 yang mengandalkan triangle rock-paper-scissors (Strike → Throw → Hold → Strike) tetap jadi pembeda terkuat dalam lanskap fighting game 3D. Di 120FPS, timing Hold dan counter terasa lebih tajam dari versi original, dan kombinasi Fatal Rush untuk pemula serta Break Gauge untuk pemain kompetitif masih menjaga dua audiens ini tetap relevan. Studio Photo Mode-nya juga melampaui ekspektasi — ini bukan sekadar screenshot mode, tapi alat staging yang dalam dengan kendali pencahayaan, pose, dan ekspresi karakter yang detail.
Tapi dua absen besar sulit dimaafkan di 2026: tidak ada rollback netcode dan tidak ada crossplay. Tekken 8, Street Fighter 6, Mortal Kombat 1 — semua kompetitor utama sudah hadir dengan standar online modern. DOA6: Last Round datang tanpa keduanya, yang artinya longevity online game ini sangat bergantung pada seberapa besar player pool bisa tumbuh dan bertahan di masing-masing platform. Ditambah tidak ada upgrade path gratis/diskon untuk pemilik DOA6 original, dan Mai Shiranui/Kula Diamond yang harus dibeli ulang sebagai DLC — value proposition untuk returning players jadi agak tipis.
Game ini paling worth dimainkan oleh dua kelompok: pemain baru yang baru masuk ke dunia DOA dan bisa langsung coba Core Fighters versi gratis, serta penggemar DOA lama yang sudah lama absen dan mau balik ke seri ini sambil nunggu DOA7. Untuk yang pernah main DOA6 secara intensif dan sudah invest di DLC-nya, pertimbangkan dulu apakah upgrade teknis ini cukup worth $40 tanpa rollback dan tanpa crossplay. Paling aman: coba Core Fighters dulu — kalau fighting system-nya nyambung, versi full worth dibeli.
Review ini masih bersifat in progress dan dapat diperbarui setelah sesi online lebih panjang dan patch awal dirilis. Verdict sementara: DOA6: Last Round adalah repackage yang solid secara teknis tapi hadir dengan kompromi serius di aspek online yang justru krusial di era modern. Try First lewat Core Fighters sebelum commit ke pembelian penuh.