LZLAZAWIN
Search
News3 min read24 Jun 2026

Mousebusters Rilis di Xbox Hari Ini — Cerita di Balik Game Tikus Pengusir Hantu yang Terinspirasi Kehidupan Apartemen

Mousebusters dari Odencat resmi rilis di Xbox One dan Series X|S hari ini. Developer cerita soal inspirasi dari pengalaman tinggal di apartemen berbagai negara.

By LAZAWIN EditorialUpdated 28 Jun 2026

Type

News

Read

3 min read

Tags

5

Mousebusters Rilis di Xbox Hari Ini

Mousebusters dari Odencat—studio di balik Meg's Monster—resmi rilis hari ini di Xbox One dan Xbox Series X|S. Game pixel-art ini ceritanya lo jadi tikus yang nyelinap ke apartemen orang buat ngusir hantu. Tapi di balik premis yang kedengeran absurd itu, ada alasan personal yang bikin game ini lebih dari sekadar parodi Ghostbusters.

Inspirasi dari Kehidupan Apartemen

Daigo Sato, founder Odencat, bilang ide game ini datang dari pengalamannya tinggal di apartemen berbagai negara—Swiss, Australia, Amerika, dan Jepang. Lo tau tetangga lo? Pertanyaan itu jadi starting point. Dia sering tinggal di shared house, denger kehidupan orang lain lewat tembok: ada yang latihan alat musik, berantem, atau party keras. Hubungan yang nggak intim tapi somehow meaningful—itu yang dia mau taro di Mousebusters.

Kenapa Tikus, Bukan Hantu

Awalnya Sato sempet mikir protagonis jadi hantu. Tapi dia pilih tikus karena bikin game terasa lebih kecil, lucu, dan charming. Pilihan itu juga yang bikin judul Mousebusters langsung klop—nada game jadi jelas: cozy apartment adventure dengan hantu, gadget aneh, dan satu mentor tikus yang energik. Perspektif tikus juga ubah gameplay: game controller jadi benda yang lo operasiin pakai seluruh badan, remote TV jadi medan panjat, kolong kasur jadi spot rahasia buat ngintip kehidupan privat orang.

Bukan Cuma Ngusir Hantu

Lo emang ngusir roh jahat, tapi lo juga bikin perubahan kecil di kehidupan penghuni. Benerin piringan hitam rusak buat nyalain lagu kenangan nenek tua. Diam-diam bikin mie instan yang ubah cara orang mikir soal makanan. Set high score baru di game biar anak muda bisa move on dan fokus latihan gitar. Ini bukan aksi heroik besar—kebanyakan penghuni bahkan nggak sadar ada tikus yang bantu mereka. Tapi justru itu yang menarik buat Sato: kadang orang nggak butuh seseorang yang solve seluruh hidup mereka, cukup hal kecil yang ngubah momentum.

Cozy dengan Momen Tegang

Game ini mostly cozy, tapi ada momen tegang—kucing tetep kucing. Fun-nya bukan cuma survive sebagai tikus, tapi nemuin hal-hal kecil yang bisa lo lakuin. Ada scene BBQ di mana penghuni beda usia dan latar belakang kumpul sebentar, share tempat, makanan, dan waktu yang sama. Mereka nggak langsung jadi teman, tapi ada koneksi sementara yang somehow precious—sama kayak pengalaman Sato di shared house dulu.